Wiwin Hendriani

pak Ino
Dear Pak Ino,
Ternyata Jumat kemarin adalah pertemuan terakhir saya dengan Bapak.
Seperti biasa, Bapak melongok ke bilik saya sambil menyapa, “Halo Win…”
Sapaan yang sangat khas.
Tapi berbeda dari biasanya, hari itu sapaan Bapak tidak diikuti dengan rangkaian pertanyaan yang berbau ilmiah, atau kritik tentang sesuatu.
Bapak hanya bertanya, “Lagi apa kamu?” dan setelah itu tersenyum mendengar jawaban saya, berdiri agak lama di sebelah dinding bilik, lalu pergi.
Pak Ino, tahukah Bapak, kalau ada orang yang dulu sangat saya takuti di fakultas ini, bahkan mungkin sempat saya benci, namun kemudian menjadi begitu saya hormati, itu adalah Bapak.
Setiap pertanyaan sulit Bapak adalah jalan bagi saya untuk belajar lebih banyak.
Setiap kritik yang Bapak berikan adalah pemacu bagi saya untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik.
Bahkan setiap ejekan yang Bapak lontarkan pun menjadi cermin bagi saya untuk mengkoreksi diri.
Saya akan selalu merindukan sapaan Bapak, pertanyaan Bapak, kritik dan ejekan…

View original post 30 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s