Labelling yg cedih~

Duuuh, namanya labelling iku ancene cedih kok. Seringkali dia bagaikan mengguris hati kita dengan benda tumpul macam KTM *perlahan tapi pasti*…

Apa se labelling itu?

LABELLING>> Merupakan tindakan yang termasuk tindakan semena-mena dengan memberikan cap khusus terhadap sesuatu atau seseorang, kbanyakan labelling biasanya bersifat negatif *mangkanya bagaikan mengguris hati dengan senjata tumpul*meskipun terkadang ada juga yang melabel dengan predikat positif *dan kadang menimbulkan beban tersendiri bagi yg dilabel dan memberi perasaan takut mengecewakan*

Aih, rempong ya jadi manusia…. dilabel negatif, terguris hati. Dilabel positif, terbebani~

Memang mungkin seharusnya pelabelan itu dilarang ae ya buat manusia…tapi apa daya? Semakin dilarang semakin menantang #LHA?!!

Gimana se contoh labelling?

 

Contoh normal >> Iiiiih, anak itu lho telatan! Gak niat kuliah kayaknya….dasar anak gak niat!!

Itu salah satu contoh yang sering kita temui! Anak nakal, anak goblok, anak hiperaktif, anak tak berguna, sampah masyarakat adalah labelling yang paling sering kita temui pada masyarakat

Dan biasanya akan menimbulkan efek rendah diri, cedih, dan stress yg terpendam…kadang malah akan menimbulkan efek dimana si anak akhirnya jadi bener2 negatif karena labelling tersebut “Halah! Aku lho wes dikenal nakal….nyolong lak yo gakpopo se~”

Percayalah, labelling negatif seringkali menetap dan berlaku lebih lama dibandingkan labelling positif… anak yg nakal, meskipun beberapa kali berbuat baik pasti akan menimbulkan reaksi “halaaaaaah, paleng2 ya ada maunya dia!!” pada masyarakat. Sedangkan labelling positif mudah hilang karena satu kesalahan kecil seperti anak pinter yang tiba2 dapet nilai jelek “Jangan2 aslinya kayak gtu!! Aslinya dia ndak pinter2 banget” cedih~

 

Contoh agak Iyeeeek~ >> Bapakmu polisi ya? Pastesan kamu memenjarakan hatiku…

Duh, iki labelling yg paling sering kita temui pada orang2 yang lagi kasmaran… seenaknya aja nentuin pekerjaan bapak kita apa. Sotoy bets lah pokok’e =___=

Kenapa ya cewek2 itu g curiga tiap kali kenak frase “bapak kamu….ya?” *isilah titik2 disamping dengan pekerjaan yg bisa menggombali pasanganmu*

Apa mereka gak pernah terbersit di pikiran mereka kalok si cowok ini sotoy bets? Apalagi kalok ternyata tebakannya bener!!! Aku se semakin curiga jangan2 nih cowok maen dukun, agen rahasia atau paling parah. . . . .naksir bapakku *kemudian bumi gonjang-ganjing, akupun nari hula2*

Sedangkan labelling positif yang sering kita dengar adalah >> anak pinteeer, anak baiiik, anak cantik, anak unyuuu, anak ganteng *lhah?! Yg terakhir ini aku sering makek nih!!! Mana sambil ngudang anak orang pula…. Gmana dong?!*

Biasanya akan mengakibatkan rasa sungkan dan takut mengecewakan orang-orang yang telah melabelnya…akibat positifnya, si anak akan menjadi individu yang berusaha keras. Akibat negatifnya, dia akan terlalu memaksakan diri dan kasus terparah. . . . .burn out atau yg biasanya dikenal dengan kata STRESS

Sebagai anak yg berpikir positif, aku selalu melabel diriku sebagai beruang lalim calon penguasa dunia yang baik hati, unyu, menggemaskan, cerdik pandai, dan tak tahu diri *sekian*

Aku agak nggak suka dengan labelling dari orang lain karena jujur aku jadi bingung siapa yg sebenarnya mereka label dan kenapa mereka melabel~

Apakah karena lebih mudah mengingat seseorang atau sesuatu dengan melabel?

>> buat apa nama kalok ending2nya dilabel dengan alasan bgitu? Tolong, ingatlah saya dengan nama saya *pas gini ini nih aku g suka kalimat “apalah arti sebuah nama~” duh, iku pasti orang yang denial karo jenenge dhewe…pengennya punyak nama PETER, tapi dikasihnya SUTARJO =___=!! (aduh, maap yg punyak nama sutarjo, kesamaan nama hanyalah kebetulan belaka dan tak ada sangkut-pautnya dengan orang yang sebenarnya) Ada lah arti sebuah nama!! Anggep aja sbagai standart eksistensi diri….toh kebutuhan utama manusia itu adalah ‘DIAKUI KEBERADAANNYA’ setuju g? *

Apakah mereka bener2 melihat potensi positif/negatif kita?

>> Itu beneran potensi kita atau sesuatu yg mereka harapkan? Ciyusan deh…seseorang kalok berharap pasa sesuatu atau seseorang, yg keliatan pasti yg pengen kita liat. Dalam kasus labelling ini se ya sifat positif thok atau sifat negatif thok yang keliatan. Kalok dalam kasus pemuda-pemudi kasmaran se semua tingkah laku gebetan bagaikan sinyal hijau bagi dunia pergebetan mereka…walaupun makhluk2 di sekitar pejuang hati ini ya ndak ngeliat sinyal hijau itu *dalam kasus ini, antara kenyataan dan fatamorgana seringkali tak bisa dibedakan….semua terlihat nyata! Semua nyataaaaaaa!!!!!*

Aduh….panjang ya intronya *HAH?! Tadi iku intro??!! Sumpah kooooon??!….pasti reaksie gitu*

Labelling yang mau tak bahas itu seputar almamaterku…Psikologi Unair *gpapalah ya takpajang….toh aku ya g promosi dan nggak njelek2in :p *

Kalimat yang seringkali kutemui tiap kali ada yang bertanya kuliah dimana adalah sebagai berikut…

Q: Kuliah dimana?

A: Di Unair tante…

Q: Waaaaaah, pinter ya berartiiii!! *ucapkan dengan nada kagum*

Syalalalalala dubidubidum~ saya pinteeeeeeer sodara sodaraaaaa!!!!! Cuma gara2 Unair!!! Thank’s to Unair, yang membuat saya pintar hanya dengan mengucapkan namanya ❤ Tau gitu, dari dulu-dulu aja taksebutin nama Unair biar aku jadi pinter

 

Q: Mau kemana?

A: Unair~

Q: Uwaaaaah!!!! Pinteeeernyaaaa

 

. . . . .

Q: Umur berapa?

A: Unair dong~

Q: Luar biasaaaaa!!! Pintar sekaliiii~

 

. . . . . .

Q: Mana mamamu?

A: Unair laaah…

Q: SUPEEEER!!! Kau pasti jenius naaak!!!

Gtu skenarionya, bagus g? Huahahahahahahahaha~

Duh, gak semualah yg almamaternya Unair iku pinter *no offense, ada aku~*

Aku beruang lalim calon penguasa dunia buktinya!! Aku masuk standart operasional…gak pinter, tapi ya gak begok2 banget~ agak lemot iya, tapi tapi tapi. . . . .yah, bgitulah

Tolonglah, jangan terlalu berlebihan menilai kami berdasarkan satu kata sakti yang keluar dari mulut kami…

Apalagi kalok aku mengeluarkan kata sakti nomer 2, PSIKOLOGI

Uwiiiih, wes dahsyat wes reaksie *langsung nari cuci-jemur*

Q: Kuliah dimana?

A: Unair, tante…

Q: Waaaah, pasti pinter ya!! Jurusan Apa?

A: Psikologi…

Q: Waaaah, bisa liat saya dong berarti!!!

Duuuuuuh!!! Yo isoklaaah!!! Mbok pikir aku buta =_____= toloooong~

Aku sampek kepikiran buat nyelupin muka ke kobokan biar reaksinya jadi “wah, anak psikologi ya…yang suka nyelupin muka ke kobokan itu?” *tableflip*

 

Kadang aku mikir jawaban yg pas buat pertanyaan epic tersebut…

Q: Kuliah jurusan apa?

A: Psikologi

Q: Waaaah, bisa liat saya dong berarti??!!

A: Ndak, saya bisanya jalan di atas air…*facepalm*

 

 

Kenapa cobak?

Apa anak Psikologi kudu bisa macak dukun??

Apa anak Sasing kudu bisa ngobrol lancar sama bule di pantai sambil berjemur?

Apa anak Ekonomi kudu bisa ngakalin duit belanja rumah tangga?

Apa anak Hukum kudu jadi superhero penegak kebenaran dan keadilan?

Apa anak Teknik kudu bisa ketok magic buat memperbaiki segala sesuatu jadi lebih kinclong?

Apa anak Perikanan dan Kelautan kudu bisa jalan di atas air?

Apa anak Kedokteran kudu bisa ngoperasi diri sendiri?

Haduuuuuh~

 

Kenapa se??

Gak ada ta sosialisasi pemahaman jurusan yg benar untuk masyarakat? Yang terjamin dan terpercaya ngono lho =____=

Biar hidup kami sedikit lebih tenang. . . .setidaknya hidupku

Advertisements

4 thoughts on “Labelling yg cedih~

  1. kebiasaan itu mah kuma…yang men-sosialisasi ya…kita-kita ini..sopo maning..kkkeee…
    ceritamu sama kek ceritaku, tapi yang nanya MAHASISWA JURUSAN LAIN. garis bawah ye..sama2 MAHASISWA. juga bilang: “kamu bisa baca aku dong? bisa baca garis tangan aku dong?” pas ngerti kita jurusan Psikologi. yang sama2 MAHASISWA ae kagum *sibak belalai* apalagi masy.umum yang awam banget-nget-nget sama ilmu psikologi.
    solusinya sih, kasih pandangan yg sederhana aja kalo mahasiswa psikologi itu manusia juga dan yg ndak kuliah jurusan psikologi juga bisa kok belajar ilmunya 😀 contoh terdekatku adalah emakku ^^.
    satu trik: kalo ada yg tetep ngeyel dimintain baca muka, tangan, geger sekalipun, ceritain yg bagus-bagus aja.pasti orangnya yg denger lak senyum2.tanya asmaran, keuangan, kesehatan, karir, dsb, jawab aja yg bagus2.itung2 nyenengin orang lain… 😀

    • huahahahahaha Xd brarti aku macak dukun dong~

      iya, anda akan ikut family 100 setelah ini, semoga berhasil *pasang senyum lebar*
      orang awam itu manis ya, rawan dibujuk’i *lalu berniat mbohongin* *narihula2

  2. Labelling, momok seumur hdup yg njerumusin aku nyasar di kampus d atas jg..
    Tp kalo d pkir,tnpa sadar smua org itu pasti melabeli dn d labeli, mau g mau lho ya, cepat atau lambat..
    Dn yah,emg the strongest survive dr label melabeli ini, dn yg gak.. Yah plg bnter ketam,wassalam,go to hell..
    So,thats life,sucks. But yah,tetaplah ‘d bagian atas rantai makanan’.. Ide plg wah,jk km g pgn jd bagian yg go-to-hell td..

    Eniwe,aku familier sm jokes ‘kamu-bisa-liat-saya-dong-ya-?’.. ‘km-bs-baca-orang-dong?’. Dn pasti dg enteng q jwb, Omg! Wtf? Hell yes,dasar imbisil.. Hahaha.. (ktawa setan). Mau saya terawang (i/kan) jg kah? Itu br ptanyaan yg lbh asik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s