Love Actually are. . . .

Boriiiing~ that’s all I could say

Ya ampuuun, aku kok merasa gak bakat ya nonton film romance =____=) *menatap kosong ke langit senja berawan*

Kenapa terus aku nonton love actually? Ya, itu tugas Andragogi…Psikologi Orang Dewasa *lalu macak remaja*

Love-Actually-british-gentlemen-27798472-945-945

Judul yang tampak unyu hanya karena ada kata ‘Love’-nya….ini pasti efek otak buthek aku mikir itu kayaknya unyu *ya ampuuun, otakku buthek…ah, ganglionku buthek* yaaah, itu tidak mengubah kenyataan bahwa aku pernah mengira film itu unyu…

Andai film itu dikemas dalam cerita serian….mungkin bagus~

Karena bagiku, ceritanya menghasilkan efek “Waw, that’s escalated quickly”….banter beeets jalan ceritanya~ dipisuhi, trus naksir…lembaran naskah terbang ketiup angin, diambilin, naksir juga…bertepuk sebelah tangan 2 taun, pas malam sebelum natal dia bilang ‘actually, you don’t have to go home’ yayaya….aku bingung (=______=)

*terdiam*

Ya, filmnya unyu se…unyu andaikan aku penggemar film romance. Cerita manis yg membuatku menyelesaikan tugas Andragogi berupa “Tontonlah film Love Actually dan cari sebanyak-banyaknya kebutuhan orang dewasa dan cari teori yang berkaitan” dengan jawaban “Belongingness” dan aku masih buntu teori apa yg mendukung kebelongingnessan tadi selain piramida Maslow bagian “Love and Belongingness”

*terdiam lagi*

Duh, aku kuliah 8 semester iki opo cobak sing isok diambil?? *mendadak merasa gak faedah….,lalu goyang kayang*

Lalu teringat kata2 Princess Tata pas dia denger pertanyaan yg sama diajukan sama Enyes dan Mayib “Diambil hikmahnya aja” *ya ampuuun, manisnyaaaa!!! Pengen meluk jadinya si Princess termanis abad ini*

Sek, intermezzo

Nenek: Eh eh eh rek!! Bahasa kerennya ‘dikarenakan’ iku opo ya? *ngerjain tugas assesmen PPP*

Kuma: *data not found* *Lagi gupuh bikin PPT Psikologi Massa yg deadlinenya nyaris setengah jam lagi, tapi pertanyaan nenek seolah memberi alasan untuk beristirahat sejenak menghentikan tangan dan otak* emang keren iku piye? Di sebabkan? *buntu*

Enyes: Kausal?

Nenek: Bukaaaaaan!!!

Mayib: Lha apa lho? *ikutan bingung….padahal lagi baca bacaan ttg ‘Eros dkk’ buat presentasi Psikologi Dalam…lagi bingung siapa pelaku pembuat makalah dan ppt presentasi karena beliau KPRS dan langsung presentasi*

Princess Tata: Ethiologi ta mak?

Nenek: Naaaaaah!!! Itu Dia!!!!

Enyes: Ya ampun…princess pinter ya

Princess Tata: Ya ampuun, nggak rugi kok ya aku ambil kuliah sampek 8 semester *sujud syukur*

Enyes: Trus aku kuliah 8 semester, apa dong yang tak ambil?

Princess Tata: Udah, ambil hikmahnya aja *berkata dengan tenang dan bersahaja*

All: *ngakak*

 

Yak, Intermezzo selesai~

 

Apa se isinya Love Actually ini? You don’t say….LOVE~ *ekspresi: datar ileran ala patrick*

Hooooooooh!!!!! Kenapa aku ndak semanis cewek-cewek lain yg bisa nonton romance sambil nangis???!!!! *lirik cumelo* eeeng, nggak sambil nangis juga oke lah *iri*

Ya sudahlah… eh, betewe aku pengen nonton MAMA….ada yg punya filmya? *udah abis nih di bioskop*….Belenggu juga *menatap kosong ke langit biru* hiks~

Ya, begitulah….

Aku nonton Love Actually….sampek setengah DVD, sampek ke bagian ‘wah, suara pemeran Severus Snape (Alan Rickman) ganteng bener ya….*lalu kumat fetish suara ganteng*’ lalu pause

Ganti nonton HOUSE… 2 episode

HouseGregoryHouse

 

Nonton How I Met Your Mother Season 4….2 atau 3 episode, aku lupa how-i-met-your-mother

Nggambar *literally….bukan nggambar rumah orang dalam rangka mau malingin rumahnya,…tapi kalo punya anak cowok yg ganteng imut unyu aku mau deh….nyulik adheknya~*

Dan beberapa jam kemudian setelah aku berniat melanjutkan menonton filmya, aku baru nyadar kalok playernya tak pakek nonton yg lain tadi wkwkwkwkwkwk… *lalu tepuk2 kasur, bobok*

Romance, maybe not my thing. . . . . . . .yet~

 

Dan sisa setengah filmnya barusan tadi pagi sebelum kuliah Andragogi baru tak tonton… aaaah, tugas yang menyenangkan :3 diantara tugas2 lain yg kurang cukup menyenangkan~

Fuuuh, aku menanti nonton film horror jadi tugas mata kuliah nih… walopun agak nggak mungkin sih. Tapi, kalok drama detektif atau pembunuhan masih lebih mungkin kan? Psikologi Forensik gitu? *ngarep*

Advertisements

2 thoughts on “Love Actually are. . . .

  1. Well, memang kadang diperlukan apa ya istilahnya, penyambung rasa? atau mediator buat kamu nyambung k dalam subuah kisah romance. entah keterkaitan emosional kyk pengalaman pribadi, atao mgkn kitanya yang emang klewat emosional? haha. soalnya emg kita kan kudu paha bner perasaan yg terlibat di dalamnya, krn klo gak, kita kyk gni ibaratnya, kiat g tertarik hukum, tru skita selama sebulan disuruh ngamatin jalannya pengadilan dan d suruh menceritakan apa yang terjadi. boriiinngg, g nyambung kan? butuh minat bakat emang klo ngmng romance, haha

    eniwei, aku jug atipe yg gampang tersentuh kalo liat atao baca romance, haha. dan iu g unyu sama skali.. grrr

    • Mungkin romance itu masuk ‘bakat’ bawaan ya…. wkwkwkwkwkwk, harusnya itu masuk pilihan di RMIB ya~
      Atau Passionku sementara ini belum mengarah ke sana :p

      apa yg g unyu? Love Actually atau yg dipisuhi trus naksir? yaah, mbaknya yg misuh cukup manis se, karena anggep aja itu kelepasan hahahaha~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s