Movie Review: It Follows (2014)

Buat kalian yg menginginkan movie Review yg serius dan terpercaya, jangan baca postingan ini plis…postingan ini didedikasikan untuk kegoblikan sehari-hariku yg RANDOM namun tetap TERPERCAYA :p

Akhir2 ini, hidupku mulai normal lagi…keinginan bikin skripsi muncul diiringi dengan keinginan bikin komik yang tak terlalu obsesif :3 keinginan untuk prokrastinasi alias menunda2 juga mulai berkurang~ untuk ringkasnya, otakku sudah berada di jalan yang benar XD karena itulah aku memutuskan untuk membuat postingan lagi, maafkan aku yg malas dan bulat ini (^u^)> aku berjanji untuk lebih rajin posting hehehehe~

Jadi, PMPM punya maganger baru lagi setelah maganger sebelumnya mundur karena harus mencari kitab suci ke barat dan mencari Rasputin untuk pengobatan alternatif wkwkwkwkwk~  #apaseh 😀 dan seperti sebelum2nya, anggota PMPM selalu mengadakan penyambutan anak baru dengan mengadakan makan2 beserta MOVIE NIGHT *harap disadari bahwa prioritas ada di kata ‘makan2’, bukan di Movie Night…walopun itu yang dicapslock :p*

Pilihan film kali ini jatuh pada film horror berjudul IT FOLLOWS,

it-follows-main

film ini dipilih atas saran dari Patty…dan di-ACC member PMPM yang lain karena di Trailer-nya banyak boobies  tersia2 di layar~ aku mah apa atuh bang, asal ndak film romance yang drama aja aku oke…#kebal

Dengan awal mula yang tak begitu baik, yaitu ndak ada subtitle yang tersedia dan ada built-in subtitle korea…harusnya kami mulai merasa ada yang tidak beres dan tidak menginginkan kami menonton film ini #mulaisuperstisius #hipotesisseenaknya

Aku akan berkata dengan lugas dan apa adanya, satu kata yang paling sesuai untuk meringkas film ini adalah JELEK! kalok mau dipanjangin “SUMPAH JELEK BANGET!! RUGI LAH KALOK NONTON~ AMPAS BANGET” sekian

Nah, setelah ini aku akan menulis bagian apa aja yang jelek dari film ini…buat yang mau cari review singkat tentang film ini, lebih baik berhenti di sini~ udah jelas kan apa yang tertera di atas…ntar semakin illfeel lho kalok lanjutin baca :3

Off a bad start, ini bad start beneran…adegan sex mbaknya bersama cowok entah siapa itu~ bukannya aku ndak nyaman dengan adegan sex, tapi ceritanya nih ya…setelah si mbaknya nge-sex sama mas itu tadi, mbaknya jadi diikuti hantu *reaksiku disini cuma “LHOH!!! Mbaknya kenapa tuh!!! Kok bisa mendadak bisa liat hantu gitu? Mana posisi mbaknya diiket dikursi cuma pakek underwear doang pula!!” #WHAAAT??!!*

Disini aku memperhatikan kalok film horror satu inipun melakukan pola sejenis dengan film2 horror yang lainnya. Baik film horror dalam negeri ataupun luar negeri selalu memiliki pola sejenis yang hampir tidak diberi variasi, yaitu

1. Pemeran utama melakukan kesalahan fatal yang membuatnya terjebak dengan dunia hantu

2. Menyendiri sampai stress dan mendekati depresi, kadang di tahap ini dia selalu melakukan hal bodoh

3. Teman-temannya datang menolong

4. Latar belakang kenapa dia bisa terlibat dengan dunia hantu mulai terkuak, disini kadang dapet bonus gimana cara mengenyahkan hantu atau cerita sedih dibalik kematian hantu tersebut

5. Serangan Hantu mulai mengganas, terjadi kebodohan yang dilakukan teman-teman tokoh utama

6. Ada teman yang mati

7. Kebodohan semakin memuncak, mengakibatkan beberapa teman yang lain ikut terluka

8. Hantu berhasil dienyahkan

Bonus Stage: 9. Hantu teman menyelamatkan tokoh utama

SUPER Bonus stage: 10. Hantu kembali lagi alias cuman macak musnah

TAMAT

Mari kita bahas beberapa kebodohan yang terjadi di film ini

TAHAP 1: Pemeran utama melakukan kesalahan fatal yang membuatnya terjebak dengan dunia hantu

Tahapan ini dirajut dengan cukup membingungkan, apalagi disaat kamu dihadapkan dengan 2 kotak Pizza, sekotak martabak dan sekotak terang bulan. Sulit memfokuskan diri ke layar diakibatkan banyaknya hal yang menggugah iler…sudah kubilang prioritas utama kami adalah makan-makan, jadi kalok fokusnya ke film kan jadinya mengkhianati tujuan utama movie night ini :p #salahfokus

Kesalahan fatal yang bisa kusimpulkan saat menonton bagian awal film ini adalah, mbaknya nge-sex sama masnya tadi~ kutengarai begitu karena saat mbaknya terbangun, dia diiket di kursi dalam keadaan 3/4 telanjang…cuma pakek underwear dan panik karena didatangi hantu

TAHAP 2: Menyendiri sampai stress dan mendekati depresi, kadang di tahap ini dia selalu melakukan hal bodoh

Si Mbaknya mulai parno, hantu dimana2~ ada yg lempar2 bola tapi ndak ada orangnya…disini aku mulai bingung, kenapa bisa ndak ada orangnya? Kan si Mbak ini ceritanya bisa liat hantu, harusnya keliatan dong kalok ada hantu usil begitu. Dan si pelempar bola diperlihatkan dari jauh pada akhirnya…

Mbaknya ini kan kuliah ya…Nah, pas dia kelas, dia ngeliat hantu nenek2 pakek daster berjalan ke kelasnya~ Lalu dia lari, aku ndak paham kenapa dia lari…karena hantunya diluar kelas dan dia lari keluar. Jadi sesungguhnya dia berlari menghampiri hantunya. Tapi dengan iyes, si nenek2 dasteran tadi mendadak sudah mengejar di belakangnya…nembus tembok kayaknya

TAHAP 3: Teman-temannya datang menolong

Teman2 yang baik hati dan khawatir dengan keadaan mbaknya yang histeris itu menawarkan untuk menemani mbaknya dirumah. 2 cewek dan 2 cowok, sure tampak bisa diandalkan lah ya kalok ada cowoknya~ lalu seperti biasa laah, muncul hantu “TARAAaaa!!”, *duh, siapa ya nama mbaknya? #mikir* nah si mbaknya yg namanya Jay ini kaburlah ke kamar dengan mengunci pintu #sure~ aku ndak ngerti alasan kenapa Jay ini ngunci pintu, emange ini film vampir ‘Let Me In’ yg kudu dipersilahkan dulu? Dan entah kenapa, hantunya ndak bisa masuk….lalu gimana cara nenek2 di tahapan kedua tadi bisa masuk ruang kuliah? dari sini, saya mulai buntu #curhat

TAHAP 4: Latar belakang kenapa dia bisa terlibat dengan dunia hantu mulai terkuak, disini kadang dapet bonus gimana cara mengenyahkan hantu atau cerita sedih dibalik kematian hantu tersebut

Disini, Jay dan temen2nya mulai mencari cowok yg ngajak nge-sex tempo hari~ Setelah ketemu, masnya njelasain kalok masnya nularin wabah hantu ke Jay supaya dia terbebas dari hantu2 yang mengikutinya setelah beberapa hari sebelumya dia one night stand sama cewek yang dia temui di bar. Katanya “Wabah ini lebih mudah ditularkan ke cewek daripada ke cowok” #seksis!

Sampai di bagian ini, aku yakin bahwa pesan moral dari film ini adalah jangan nge-sex sembarangan! Buahahahahaha XD

Tahap 5: Serangan Hantu mulai mengganas, terjadi kebodohan yang dilakukan teman-teman tokoh utama

Di sini, temen2 si Jay mulai melihat dampak2 kerusakan si hantu. Sampek si Jay diajarin buat latihan tembak menggunakan pistol….cuma satu pertanyaanku, emange hantu mempan gitu ta ditembak? Bodoh~

Adapula adegan dimana rambut Jay dijambak si hantu yg datang diam2 dari belakang, lalu teman cowok yg duduk di dekatnya kaget dan mengayunkan kursi pantai ke arah hantu…dan….kursinya patah!!! Luar biasa kaaaaan….luar biasa bodoh, terjadi inkonsistensi pada film ini…dia bahkan ndak jelas menggunakan konsep hantu yang bagaimana untuk filmnya. Hantu2 itu mengikuti Jay, dan Jay dengan kalap menembaki salah satu dari hantu tersebut….luar biasa, sudah jelas hantu itu tidak mati~ sempat jatuh karena ketembak, tapi ndak mati…

aku ndak paham kenapa mereka ndak memilih dari konsep2 hantu yang ada, mulai dari konsep hantu yg ada di American Horror Story dimana hantunya bisa disentuh bahkan dilukai dan menjalin komunikasi dengan baik atau konsep hantu konvensional yg bisa nembus apapun dan tak ada apapun yg bisa melukainya…tipe hantu baru yang berusaha film ini ciptakan itu malah membuat film ini yaaah…tidak bagus #sudahdiperhalus

TAHAP 6: Ada teman yang mati

Di sini, teman cowok yang khawatir dengan keselamatan si Jay ini menawarkan diri untuk ditulari wabah hantu tadi….beeeh, bilang aja ngajak sex~ opportunis aja perlu macak hero dulu

Lalu beberapa hari kemudian, si cowok ini mati. Kamu mau tau gimana matinya? *kalok ndak mau tau, loncat aja ke tahapan berikutnya*…matinya ya, diperkosa hantu…#facepalmpakektanganGulliver

TAHAP 7: Kebodohan semakin memuncak, mengakibatkan beberapa teman yang lain ikut terluka

Mereka yang tersisa berusaha untuk menjebak hantu2 yang masih mengikuti Jay *tuh kan…udah ditularin, masih ngikut aja! Padahal yg ditularin sampek udah mati* dengan cara mengumpannya ke kolam renang. Di pinggir kolam renang itu mereka sediakan seperangkat (sungguh…aku pengen nulis “alat sholat” biar sekalian nikah aja tuh si mbaknya sama si hantu…paling nggak biar sah lah kalok mau dibunuh dengan cara diperkosa hantu) ehem, kembali…disediakan seperangkat alat2 elektronik yang tujuannya buat menyetrum para hantu yg berusaha menghampiri Jay di tengah kolam…*mungkin mereka ndak kepikiran kalok si Jay ini juga bisa ikutan kesetrum atau kemungkinan paling ‘iyes’ adalah kemampuan hantu standart film buat mengacaukan arus listrik*

Seperti kebodohan mereka yg tak terelakkan (yang membuatku merasa mereka adalah barisan umat manusia yang tak menggunakan anugrah terbesar manusia yaitu akal pikiran), bencanapun tak terelakkan~ hantu2 yg kayaknya lebih pintar dari mereka…dan menggunakan otak gaib mereka dengan baik, melemparkan peralatan elektronik itu ke arah Jay yang berada di tengah kolam. Di adegan ini, kayaknya aku sibuk nggangguin anak2 lain yang nonton dengan melempari mereka dengan upil-upilan gaib jadi aku ndak tau gimana caranya salah satu temen cewek si Jay tiba2 tertembak. Tapi aku cukup memperhatikan bagian dimana Jay menyerang ke arah kolam dan mendadak kolam itu berubah warna perlahan menjadi berwarna semerah darah, kayaknya ada hantu yang ketembak deh~

Hahaha, hantunya ketembak~ SeTeFu laaah film ini, SeTeFu!!

“Awas ya sampek habis ini credit title!!” ancam PakBip ke arah monitor

TAHAP 8: Hantu berhasil dienyahkan

Untungnya credit title tidak muncul, mungkin si monitor yang tak bersalah itu bakal habis dihajar massa~

Setelah mereka berhasil kabur dari kolam renang dan membawa teman mereka yang terluka ke rumah sakit, Jay yang sedih dihibur oleh satu teman cowoknya yang tersisa dan si cowok yang juga opportunis dan memanfaatkan efek jembatan gantung *cari dhewe di gugel*, menyatakan perasaan cintanya kepada si Jay…yah seperti dugaan, mereka lalu berhubungan sex beberapa menit kemudian~ adegan itu dilanjutkan dengan mereka berjalan bergandengan tangan di perumahan mereka

“Lalu, credit title~” kataku sinis “Ternyata pesan moralnya cinta sejati bisa menghilangkan wabah hantu”

Lalu memang credit title….

Ampas bener nih film, andai aku punya lubang hidung segedhe lubang hidung Godzilla pasti selayar udah aku upilin sampek penuh tanpa sempat introspeksi bahwa sang layar tak berkontribusi dosa apapun~

Setelah film selesai, yg jadi korban hinaan adalah Patty selaku pihak yang mengusulkan film dan Benny yang mendownloadkannya~ TAMAT, ndak ada bonus stage

Ini adalah film absurd kedua tahun ini (yang kutonton) setelah Fifty Shades of Grey…cuman, lebih absurd ini~

Advertisements

7 thoughts on “Movie Review: It Follows (2014)

  1. percayalah mbakkum, ini masih mending daripada film horror tahun nantoka (sepertinya sih 80an) yang judulnya “bayi ajaib” dan nama tokoh utamanya didik.. =_______=

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s