2015 Reading Challenge: A book by female author…PETIR

2015-01-15 17.07.26

Yah, sudah lama aku ndak update tentang perkembangan reading challenge 2015 yg kutulis dulu di awal januari…sungguh, aku tak lupa~ hanya update ttg buku selalu terselat hal2 menyenangkan lain hehehehe XD. Buku ini selesai kubaca sekitar awal Februari 2015

Aku masih sering membaca dengan kecepatan standart betina pecinta buku lainnya kok…apalagi buku kadang juga merupakan jalan kaburku dari skripsi…iya aku tau, aku takkan bisa melarikan diri dari skripsi terlalu lama :3 #introspeksidiri

Buku karangan Dewi Lestari atau yang dikenal luas dengan nama pena Dee ini berjudul Petir, merupakan buku ketiga dari rangkaian serial SUPERNOVA. Oh iya, buku berjudul Partikel yang pertama kuupload dulu itu buku ke empat, aku menyadari kok kalok aku ini kalok upload sukak semena2 walaupun bacanya sakjane ya urut dari satu ke empat…yang buku lima aku belum baca, belum beli dan belum pinjem :3

Buku ketiga ini bercerita tentang Elektra Wijaya yang seperti layaknya manusia biasa, mengalami kebingungan “mau dibawa kemana hidupku ini?” sambil nyanyi lagu Armada yang sedikit dimodifikasi dan duduk disamping jendela di kala hujan biar sedikit dramatis…

Dia memiliki kakak bernama Watti yang memiliki kehidupan tertata rapi. Watti, kakaknya yang cantik itu sudah menikah dan ikut suaminya yang sukses ke luar jawa. Elektra yang hidupnya gini2 aja, beneran gini2 aja…cinta sejatinya adalah kasur *aku berasa melihat diriku sendiri disini* selalu diomeli kakaknya supaya Elektra segera menjual rumah peninggalan ayahnya dan mencari pendamping hidup…nyuahahahahaha XD

Elektra yang merasa jenuh dengan pertanyaan tipikal ala kakaknya itu memulai usaha internet dengan dibantu teman2nya. Perjalanannya membesarkan Warnet itu cukup terjal, mulai dari mencari partner kerja yang cakap dan bisa dipercaya, sampai mengorbankan wilayah tidurnya untuk memperbesar usahanya wkwkwkwk XD dan pilihan partner Elektra jatuh pada Mpret yang cerdik dan bermata indah

Bersamaan dengan perjalanan Warnetnya, Elektra juga memulai perjalanan spiritualnya. Ia mengunjungi rumah seram yang berada beberapa blok dari rumahnya dan menjalani pelatihan meditasi. Menyenangkan mengikuti perjalanan Elektra, mulai dari kehebohan yang datang dari surat undangan untuk menjadi dosen di universitas gaib, tergila2 akan media sosial sampai lupa makan, membuka usaha Warnet sendiri, sampai jadi ahli terapi listrik :3

Buku terbitan Bentang ini asik dan sungguh, sulit meninggalkan buku ini setelah mulai membacanya…ini masalah semua manusia yang terlanjur dijangkiti penyakit Great-book-phoria memang, tapi memang notabene lebih easy read dibandingkan buku pertamanya yg sarat dengan istilah2 asing…walaupun ada penjelasannya sih, tetap aja membutuhkan waktu tak sedikit saat membaca buku kesatu yang berjudul Putri, Kesatria dan Bintang Jatuh itu

Seperti awal niatku dulu…aku mencoba menggambar Elektra :p

Elektra Wijaya

Btw ya, nama Elektra dan Watti itu berdasar dari kecintaan ayah mereka akan hal2 yang berkaitan dengan listrik…nama Watti agak ndak mbois sih ya XD kalok dibandingkan dengan Elektra yang terdengar modern….walaupun panggilannya jadi Ektra sih~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s