Elegiku Untukmu

Seolah semua meluruh jatuh dari tanganku

Sosokmu menjauh dari jangkauanku

Bukannya kutakut merindumu

Kuhanya takut lupakan suaramu

 

Seolah jumpaku denganmu kemarin hanya mimpi

Perih hatiku melihatmu tak disini lagi

Setelah lama kita tak berjumpa bersua

Mengapa jadi begini?

 

Harusnya waktu menjadi sahabat kami

Bukan begini…

Harusnya jumpa kita masih berkali lagi

Bukan begini…

 

Tawamu kini jadi sengatan di pipi

Nada suaramu bergaung dalam memori

Janji yang tak dapat ditepati

Tantangan yang tetap kupegang dalam hati

 

Lemari buku yang terisi mimpi

Kemana dia harus pergi?

Cita-cita yang kau pupuk rapi

Siapa yang menghelat nanti?

 

Luruh…jatuh…namun tak menghilang

Terbang…melayang…tak tergenggam

Bukannya kutakut merindumu

Kuhanya takut lupakan suaramu

 

Layu bagaikan bunga lewati masa

Lenyap bagai api melalap kata

Kekal layaknya kasih dalam jiwa

 

Bukannya aku takut merindumu

Kuhanya takut lupakan suaramu…

 

IMG80

For you who always says “Because of our arrogance in thinking that only one truth exist, when we find one truth, we have been blinded to all others”

…I miss you already my dear…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s